ARTI SEBUAH TANGGUNG JAWAB

Ir. I Putu Chandra Wijaya. MM.|Direktur Utama - PT. Satya Mitra Waspada

Rabu, 21 September 2016

 

 

Tanggung jawab adalah bagian dari konteks Moral yang merupakan sikap yang muncul dari kesadaran diri yang baik dari manusia.

Tanggung jawab adalah sebuah perbuatan atau perilaku baik manusia, yang atas kesadaran dan keinginan sendiri untuk menanggung dan memikul sebuah kewajiban, dimana ketika ia telah menerima kewajiban tersebut, apapun hasilnya, baik atau buruk, berhasil atau gagal, sebagai akibat ditunaikan atau tidaknya suatu kewajiban maka ia akan menyatakan sanggup menerima dan menanggungnya.

Yang dimaksud bahwa penanggung jawab sanggup menerima dan menanggung hasil atau dampak apapun yang akan terjadi tersebut adalah, apabila ia berhasil maka orang-orang disekitarnya mengharapkan ia mampu tetap bersikap yang baik sehingga orang lain disekitarnya dapat secara iklhas memberikan apresiasi atas keberhasilan dari upayanya. Apabila hasilnya buruk ia akan berusaha mampu mengembalikannya kedalam kondisi baik kembali.

 

Contoh sebuah sikap bertanggung jawab;

  1. Seorang pelajar yang mengisi hari-hari belajarnya dengan kegiatan extrakurikuler yang melebihi waktu dari waktu belajarnya, sehingga pada saat ujian ia menjadi kurang menguasai soal-soal ujiannya, yang pada hasilnya nilainya menjadi kurang bagus.

Sikap bertanggung jawab sudah harus ada sejak ia mengambil keputusan untuk mengambil kegiatan extra tersebut melebihi porsinya sehingga ia menyadari dampak dari keputusannya tersebut akan menyita waktu belajarnya, dan ia menyadari akibat yang akan timbul karenanya.

Sikap tanggung jawab berikutnya adalah ketika ia tahu bahwa jam belajarnya menjadi berkurang, maka ia akan berusaha mencari cara lain untuk bisa tetap belajar, mencari cara belajar yang lebih efektif (kursus tambahan, bertanya pada guru, atau belajar berkelompok).

Sikap tanggung jawab terakhir adalah apabila ia berhasil ia mampu tetap bersikap rendah hati sehingga orang lain iklhas mengagumi jerih upayanya tersebut. Namun apabila ia gagal, ia bersedia untuk mengikuti ujian perbaikan nilai, dan belajar lagi agar nilainya bisa kembali baik. Itulah sebuah tanggung jawab yang mampu dan berhasil ditunaikan oleh seorang siswa.

 

  1. Seorang karyawan baru melamar disebuah perusahaan, pada saat interview oleh manajer HR dijelaskanlah apa saja yang menjadi lingkup pekerjaannya, mengenai jam kerja dan ketentuan yang berlaku didalam perusahaan tersebut. ketika ia ditanya oleh sang manajer apakah ia mengerti dengan penjelasan tersebut, dan si calon karyawan menyatakan mengerti artinya ia sudah sepakat terhadap seberapa besar lingkup kewajiban yang akan dibebankan padanya.

Sejak ia diterima bekerja maka mulai saat itu pula si karyawan baru tersebut memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan kewajiban dari pekerjaannya. Akan menerima dan menanggung akibat yang timbul apabila kewajiban tugas pekerjaannya tersebut tidak ditunaikan dengan baik.

 

Sedangkan sikap pribadi yang tidak bertanggung jawab yang mungkin dilakukan karyawan tersebut adalah;

  1. Ketika seseorang menyanggupi menerima suatu posisi dalam pekerjaan, dan ia menyatakan siap bekerja keras dengan resiko terberat sekalipun namun ternyata hal itu hanya dimulut, tetapi lain pada kenyataan pelaksanaannya, Maka ia telah menjadi hambatan bagi keberhasilan perusahaan.

 

  1. Peraturan dan Tata Tertib Perusahaan dijalankan apabila ada atasan / ada pengawasan, bila tidak ada pengawasan maka ia mencari celah untuk melanggar demi kepentingan sendiri.
  2. Selalu melakukan pengabaian dalam penyelesaian kewajiban, dengan menunda-nunda pekerjaan.
  3. Tidak peduli dengan keberhasilan perusahaan.
  4. Mengutamakan keuntungan pribadi daripada menyelesaikan pekerjaan, mengutamakan Hak dari pada Kewajiban dan kepentingan bersama.

 

Secara lahiriah manusia sudah memiliki sifat-sifat tanggung jawab, karena sejak lahir manusia sudah dibebani dengan kewajiban-kewajiban sesuai porsi keberadaannya, status sosial dan kedudukannya didalam keluarga atau masyarakat, dimana setiap manusia akan selalu berjuang demi mencapai keperluan atau tujuan dirinya sendiri maupun orang lain atau lingkungan sosial dimana ia adalah bagian darinya.

Dari tujuan dan keperluan yang ingin dicapai tersebut, timbulah kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikan agar tujuan tersebut benar-benar dapat dicapai. Maka kemudian sikap-sikap tanggung jawab akan muncul secara sadar karena keinginan untuk mewujudkan keperluan atau tujuannya tersebut.

 

Dengan sifat tersebut Tanggung Jawab manusia berdasarkan keperluannya terbagi menjadi 2(dua), yaitu;

 

  1. TANGGUNG JAWAB KEPADA DIRI PRIBADI (INDIVIDU)
  1. Tanggung Jawab kepada diri sendiri (menjaga/merawat diri sendiri, keselamatannya sendiri, kesehatannya dll).
  2. Tanggung jawab menyelesaikan serangkaian kewajiban yang didasari keinginan sendiri untuk pencapaian tertentu, harapan atau cita-cita dirinya.
  3. Tanggung Jawab untuk belajar, sebagai seorang pelajar/mahasiswa.

 

  1. TANGGUNG JAWAB KELOMPOK (SOSIAL)
  1. Tanggung Jawab Kepada Keluarga.

Adalah sikap kesadaran yang tujuannya tidak untuk pencapaian individu lagi, tetapi sikap kesadaran untuk bertanggung jawab terhadap anggota keluarganya. Contohnya adalah sikap tanggung jawab seorang ayah yang mencari nafkah sekuat tenaga untuk memenuhi kehidupan istri dan semua anak – anaknya.

 

  1. Tanggung Jawab sebagai Karyawan di perusahaan.

Adalah sikap yang dengan penuh kesadarannya, untuk melaksanakan semua kewajibannya sebagai karyawan, menyelesaikan semua tugas-tugasnya secara tepat waktu dan sesuai hasil yang diharapkan, menghindari sikap dan perbuatan yang dapat merugikan dan menghancurkan nama baik perusahaan.

Bertanggung jawab terhadap kemajuan dan keberhasilan perusahaan dengan menunaikan setiap kewajibannya dan fungsinya didalam perusahaan.

 

 

  1. Tanggung jawab Kepada Lingkungan Sosial Masyarakat

Adalah sikap manusia sosial yang merupakan anggota dari suatu kelompok masyarakat atau suku budaya tertentu, yang tentunya masing-masing dari individu didalam masyarakat tersebut memiliki kewajiban-kewajiban yang wajib ditunaikan sebagai rasa tanggung jawab agar keberadaannya diakui dan dapat melangsungkan hidupnya dalam kelompok masyarakat tersebut.

 

  1. Tanggung Jawab Kepada Bangsa Negara sebagai Rakyat/warga negara.

Adalah Suatu sikap dan tindakan nyata manusia yang secara sadar bahwa dirinya adalah bagian dari suatu bangsa, merasa dengan penuh kesadaran kewajiban untuk membela dan mempertahankan bangsa dan negaranya dari setiap ancaman. Melaksanakan kewajibannya membela Negara walaupun harus mengorbankan jiwa raganya.

Dijaman sekarang kewajiban untuk membela Negara bukanlah dengan berjuang secara perang fisik mengangkat senjata, tetapi bagaimana menanamkan rasa bangga dan kecintaan terhadap bangsa dan negaranya, berjuang memperoleh prestasi yang dapat mengharumkan negaranya, bekerja keras membangun negaranya, patuh terhadap hukum dan peraturan yang berlaku, menghindari tindakan melanggar hukum, berkhianat atau memecah belah persatuan bangsa. Itulah kewajiban-kewajiban yang harus dijalani sebagai bagian dari sebuah warga Negara yang baik dan bertanggung jawab.

 

  1. Tanggung Jawab Kepada Tuhan YME.

Adalah suatu sikap kenyataan seorang umat manusia yang memiliki keyakinan terhadap Tuhan dan agamanya, mengerti bahwa setiap perbuatan manusia didunia itu harus dipertanggung jawabkan nanti di akhirat, sehingga segala bentuk kewajibannya sebagai umat berusaha ia tunaikan dengan baik, baik perintah maupun larangan NYA, semuanya dilaksanakan dengan penuh keiklhasan dan pengharapan untuk mendapatkan pahala dan surge sebagai tujuan akhir.

 

           Dengan demikian tanggung jawab dilihat dari hasilnya berdasarkan dua sisi, yaitu yang berdampak kepada diri sendiri maupun yang memiliki dampak kepada pihak lain, atau hasilnya dapat dirasakan oleh orang lain.

           Dimana tanggung jawab pribadi (individu) hasil ataupun akibatnya hanya dirinya sendiri yang merasakan, baik buruknya ia sendiri yang akan menerima dan menanggungnya. Sedangkan Tanggung jawab yang memiliki hasil atau dampak yang dapat dirasakan oleh orang lain adalah tanggung jawab kelompok atau tanggung jawab sosial, dimana seseorang dipaksa untuk mengikuti ketentuan yang sudah ada, menjadi seperti yang diinginkan didalam sosial masyarakat atau kelompoknya, apabila ia tidak mampu menyelesaikan tanggung jawabnya, maka orang lain yang akan memaksa menyelesaikannya, atau orang lainlah yang akan menyelesaikannya, hal itu selalu dapat terjadi karena segala hasil maupun akibat sebagai dampak ditunaikan atau tidaknya suatu kewajiban dampaknya akan dirasakan oleh semua orang didalam kelompok tersebut.

Jadi Tanggung Jawab merupakan salah satu ciri-ciri dari manusia yang memiliki adab dan budaya.

            Walaupun sifat tanggung jawab manusia lahir secara kodrati, namun rasa tanggung jawab dapat ditumbuhkan, dengan pendidikan, penyuluhan, keteladanan terhadap tokoh dan ketaqwaan terhadap Allah SWT.

Allah SWT menegaskan tentang tanggung jawaban manusia, salah satunya didalam QS: Al-Mudatshir ayat 38, menyebutkan: “Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya”, dan Allah SWT mengingatkan kembali agar manusia dapat bertanggung jawab memelihara diri, tertulis dalam QS AT-Tahrim ayat 6: “Wahai orang-orang mukmin peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”.

Tanggung jawab seseorang berkaitan erat dengan dengan kewajiban yang dibebankan kepadanya, semakin tinggi kedudukannya di masyarakat, semakin tinggi pula tanggung jawabnya. Seorang pemimpin Negara sangat besar tanggung jawabnya, tidak hanya kepada dirinya sendiri, melainkan kepada keluarganya, kepada saudara-saudaranya, masyarakatnya, rakyatnya. Segalanya tetap akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT dihari akhir nanti. “kami menuliskan apa-apa yang mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan” (QS Yassiin ayat 12).

Rasulullah pernah mengatakan; “Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya atas kepemimpinannya..” (Al-Hadits).

Dalam riwayat lain Umar bin Khatab r.a. mengungkapkan besarnya tanggung jawab seorang pemimpin di akhiarat nanti, dengan kata-katanya yang terkenal : “Seandainya seekor keledai terperosok di kota Baghdad nicaya Umar akan dimintai pertanggungjawabannya, seraya ditanya : Mengapa tidak meratakan jalan untuknya ?.”