KISAH KOMJEND.POL. BUDI WASESO

 

"Ayah saya adalah seorang tentara angkatan darat berpangkat kolonel yang disiplin dan keras dalam mendidik saya sejak kecil, suatu hari ayah saya mengatakan kepada saya: "Ayah tidak bangga dengan profesi kamu sebagai polisi, tapi karena kamu sudah memilih, tunjukan bahwa pilihan kamu itu benar" Kata Pak Budi Waseso mengisahkan pengalaman hidupnya kepada kami para Patriot Bela Negara, saat itu kami semua terlarut dengan kisah yang dialami oleh seorang anak ke 3 dari 7 bersaudara ini, bahkan sang Jenderal ini mengkisahkan bagaimana dirinya tidak bisa menikmati sate karena sulitnya ekonomi orang tua saat itu, sang ayah lebih memilih PIN Tanda Jasa sebagai bukti pengabdian kepada negara dibandingkan menerima pemberian sejumlah uang ketika itu, kenangnya.
"Tugasmu hanya mengabdi Nak, jangan pernah menuntut kepada negara, jadi kalau tidak siap, keluarlah sekarang". Saat itu saya baru berpangkat Letnan dua Polisi, lanjutnya. 
Sang Jenderal yang dengan prinsip kejujuran dan pengabdian kepada rakyat ini di cap sering kali menimbulkan kegaduhan karena mempertahankan prinsipnya itu.
"Pada saat ayah telah wafat, saya berdiri didepan makamnya dan saya memberikan sikap hormat sebagai rasa terima kasih saya bahwa saya menyadari ayah telah mendidik saya dengan benar dan kini saya bisa membuktikan karena didikan sang ayah lah saya telah benar-benar menjadi anak ayah yang berhasil" katanya.
Dalam mempertahankan pripsipnya itu ia pernah sekali ditegur oleh Presiden karena terlambat datang menghadiri rapat, "Yang lain telah datang lebih dahulu hanya pak Budi yang terlambat", ia mengakui salah karena datang terlambat tetapi hal itu karena ia tidak mau menggunakan pengawalan Voorijder, baginya semua memiliki hak yang sama dijalan raya.

 

Dikisahkan langsung oleh pak Komjen. Pol. Budi Waseso kepada team YBPBN 29 Agustus 2016.
Ir. I Putu Chandra W. MM. | Ketua Harian YBPBN